Selasa, 20 Oktober 2009

Mengubah Dunia dengan Mengubah Diriku

Sufi Bayazid bercerita tentang dirinya
seperti berikut ini : 'Waktu masih muda,
aku ini revolusioner dan aku selalu berdoa :
Tuhan, berilah aku kekuatan untuk mengubah dunia!'

'Ketika aku sudah separuh baya dan
sadar bahwa setengah hidupku sudah
lewat tanpa mengubah satu orang pun
aku mengubah doaku menjadi : 'Tuhan,
berilah aku rahmat untuk mengubah
semua orang yang berhubungan
denganku: keluarga dan kawan-
kawanku, dan aku akan merasa puas'

'Sekarang ketika aku sudah menjadi tua
dan saat kematianku sudah dekat, aku
mulai melihat betapa bodohnya aku.

Doaku satu-satunya sekarang adalah:
'Tuhan, berilah aku rahmat untuk
mengubah diriku sendiri.'

Seandainya sejak semula aku berdoa begitu,
maka aku tidak begitu menyia-nyiakan
hidupku!'

Ditulis dari buku 'burung berkicau'
Cipta Loka Caraka

Selengkapnya!

Kamis, 15 Oktober 2009

Kalimat Inspirasi -pagi ini-

" Bagian terindah dari kehidupan manusia yang baik adalah
segala tindakan yang kecil, tak bernama dan terlupakan.
Dari kebaikan dan Cinta"

- William Words Worth -

" Apakah kesalahan itu? Tak lain hanyalah langkah pertama
untuk mencapai tempat yang lebih tinggi "

- Wendell Phillips -

" Saya akan belajar dan bersiaga
Maka kesempatan akan datang "

- Abraham Lincoln -

Selengkapnya!

Minggu, 11 Oktober 2009

Tempat Tissue Souvenir Pernikahan (2)

Ini tempat tissue yang ke 3 yang dibuat dengan model yang hampir sama. Model pertama dipesan oleh teman, model yang ke dua untuk souvenir adik yang juga nikahan dan model yang ke tiga di pesan oleh temannya adik.

Pesanan yang ke tiga ini memang agak sedikit memaksa karena di pesan ya kurang lebih 2 minggu sebelum hari raya Idul Fitri. Pertama-nya istri saya agak keberatan dengan jadwal yang agak mendadak untuk pesan souvenir seperti sampai 500 biji.

"Tolong ya mbak, aku sudah pusing banget mikirin untuk nikahan adik saya ini. Soalnya masih banyak yang belum kepegang" begitu kata yang mau pesan souvenir dari ujung telpon di sana. Ya, istri saya juga beri alasan kalau menjelang hari lebaran untuk cari tenaga jahit, bordir atau bahkan belanja bahan juga sangat susah selain itu biasanya harganya ikut-ikut tidak normal. Baik harga bahan maupun ongkos tenaga jahitnya. Begitu kilah istri saya kepada pemesan.

Tapi sang pemesan masih tetap dengan ngototnya, 'terserah mbak dech mau dibikin seperti apa? yang penting sampeyan mau bantu aku, bener nich mbak tolong aku dan ongkos tambahannya biar aku yang tanggung dech'.
'Ya saya cobak dulu ya mbak untuk tanya bahan sama tenaga jahitnya ada apa ngga?' begitu jawab istri saya. 'Tapi tolong beri kabar BAIKnya besok ya mbak' sergah sang pemesan.

Sambil bersungut-sungut istri saya pun sibuk dengan sendirinya untuk cari info tentang bahan dan tenaga jahit serta tenaga bordirnya. Setelah ada sedikit harapan dari bahan yang tersedia dan masih ada tukang jahitnya maka besoknya sudah berani beri jawaban. Tapi tetap saja bahan dan tenaganya juga agak ekstra minta tambah dengan alasan buat tambah-tambah uang saku leberan katanya.

Dan sebelum tanggal 7 Oktober pun segala sesuatunya sudah di pack dan siap dikirim ke tujuan. Plongg lah semuanya, yang satu puas kerjaannya selesai dengan hasil yang tetap diupayakan maksimal dan yang pesan juga plonggg karena pesanannya sampai tepat yang diharapkan. Selamat MENIKAH dan selamat BERBAHAGIA.

jika ada yang berkenan dan ingin info lebih banyak dengan usaha kreasi omahan dapat di hubungi di email : omahanlidhi@yahoo.com atau ahage234@gmail.com .

Selengkapnya!

Minggu, 27 September 2009

Bersosialisasi

Kemarin sore saya dihampiri seorang bapak yang tinggal satu lingkungan dengan saya. Bapak ini habis menjalankan sholat Mahgrib di Mushola. Sambil berjabat tangan saya sampaikan selamat 'Hari Raya Idul Fitri', agar di maafkan juga jika ada kesalahan-kesalahan saya yang sengaja ataupun ngga sengaja saya lakukan kepada bapak ini.

Bapak ini kelihatan gembira, senang dan juga terlihat capek karena habis menempuh perjalan mudik. Bapak ini bercerita kalau habis mudik ke Surabaya dan Kediri Jawa Timur. Dan menceritakan pula tentang perjalanannya selama mudik yang sangat dinikmatinya selama ada diperjalanan.

'Saya sangat nikmati sekali perjalanan saya dari Jakarta Menuju Surabaya' katanya, karena dengan dinikmati akan membuat saya dan anak saya tidak merasa stress dan tegang saat membawa kendaraan menuju tujuan. Beda dengan tahun-tahun sebelumnya, 'saya cenderung agar segera sampai pada tujuan dan segera istirahat setelah sampai pada tujuan tapi dampaknya saya seperti dikejar-kejar waktu dan malah capeknya ngga ilang-ilang' imbuh si bapak tersebut.

Tapi tahun ini dan beberapa tahun terakhir saya sudah mulai mencoba untuk menikmati perjalanan mudik sebagai sebuah tradisi yang perlu untuk tetap dipertahankan. Walau harus di akui kantong menjadi modol-modol (red: habis) tetapi saya dan keluarga merasa sangat puas dan senang.

Hal lain yang saya nikmati bersama keluarga dengan 3 anak yang sudah gede-gede dan yang paling gede sudah kelas 2 SMA adalah kebersamaannya dengan mereka. Karena hari-hari kerja dan rutinitas kerja di Jakarta ini di akui oleh bapak tersebut kalau jarang bertemu dengan keluarga secara bersama-sama dalam waktu yang terbilang cukup atau justru cenderung kurang.

Dengan membiasakan mudik bareng dengan keluarga dan menikmati perjalanan dengan keluarga menjadikan perjalanan ini menjadi jauh lebih berharga yang tidak bisa diukur dengan uang. Kebersamaan dalam keluarga, saling bercanda selama perjalanan, saling bercerita satu sama lain dan saling bergembira membuat yang seharusnya begitu capek dalam berjalanan menjadi terlupakan.

Bapak ini juga menceritakan kalau selama perjalanan itu dan sering berhenti dimana keluarga ingin lebih menikmati pemandangan dalam perjalanan atau hanya sekedar ikut wisata kuliner selama perjalanan juga membangkitkan rasa SOSIALISASI pada lingkungan yang ada.

Walau hanya ngobrol dengan tukang kopi pinggir jalan, atau penjaga SPBU yang tetap melayani pada saat LEBARAN membuat mereka pun merasa senang di tegur dan di sapa. Ini adalah pelajaran sosialisasi yang tidak didapat dalam bentuk teori dengan sekolahan tetapi sudah langsung dalam bentuk praktek dilapangan.

Pada saat interaksi dengan orang walau terlihat tidak banyak gunanya namun dalam kenyataannya sering memperkaya pengetahuan lapangan atau bahkan walau hanya sekedar ngobrol kesana kemari sering mendapatkan INFORMASI yang secara tidak terduga PENTING buat kita.

Pada kondisi seperti ini orang hanya saling berbagi informasi dan sekedar ngobrol kesana-kemari eee ternyata ada informasi yang bermanfaat bisa segera kita samber dan bisa kita gunakan dikemudian hari. Justru pada saat-saat seperti ini orang akan dengan bebas memberikan cerita atau informasi kepada satu dan yang lain tanpa ada perasaan yang tertekan atau terpaksa. Beda jika dalam kondisi formal informasi yang diberikan harus diukur dengan MATERI atau UANG.

'Begitulah saya menyadari betapa pentingnya bersosialisasi dengan lingkungan dimana kita berada' kata bapak tersebut tetap masih semangat bercerita. 'Saya masih beruntung tinggal di tempat kita tinggal ini karena warganya masih mau saling bertegur sapa dan bersosialisasi yang memang benar-benar tidak bisa ditukar dengan materi berapapun' begitu imbuhnya.

Selengkapnya!

Kamis, 17 September 2009

Kekuatan Kepepet

Kalau ngga salah ada buku yang berjudul 'the power of kepepet', kalau memang buku itu ada dan walau belum membaca buku tersebut aku koq merasa yakin apa yang disampaikan dalam buku itu berdasarkan pengalaman pribadi penulis.

Atau mungkin juga didasari oleh pengalaman-pengalaman orang lain yang dijadikannya inspirasi buku tersebut diterbitkan.

Pada kondisi yang sangat kepepet, kepepet di sini sudah dalam taraf yang sangat amat. Misal kepepet sesuatu yang dijanjikan dan jika tidak ditepati maka akan kena denda 500x dari yang dijanjikan. Atau, kepepet kalau sesuatu ini tidak dilakukan maka akan tidak bisa makan selama 4 bulan. Atau, misalkan jika sesuatu tidak segera dijalankan maka kesehatannya akan drop dalam kurun waktu yang ngga bisa ditentukan.

Atau, memang kepepet benaran. Sebagai contoh karena adanya bencana sehingga banyak orang kehilangan yang selama ini menjadi bagian hidupnya, entah saudara, entah harta benda. Sehingga, jika tidak segera menyadari itu dan hanya sekedar meratapi dari hari ke hari belum tentu apa yang telah dinikmati sbelumnya bisa kembali dalam sekejap seperti sedia kala.

Faktor keterpepetan tersebut memancing otak untuk berfikir sangat keras. Banyak pula yang berhasil memecahkan 'keterpepetannya' dengan melakukan hal-hal yang dipandang bisa mulai memperbaiki diri dan bangkit dari keterpurukan. Tapi, banyak pula yang masih tetap terpuruk dengan keadaannya dan bahkan jauh menjadi lebih terpuruk dari sebelumnya.

Faktor kepepet yang memang kehendak yang di Atas tidak bisa dielakkan dan mesti diterima apa adanya. Namun bagaimana bangkit kembali dari keterpurukan, bangkit kembali dari puing-puing, mengerahkan segala daya upaya termasuk didalamnya berfikir dengan segenap daya untuk mengeluarkan ide-ide dan semangat sehingga bisa terbebas dari keterpurukan.

BAGAIMANA kalau faktor kepepet tersebut diciptakan ditengah-tengah keadaan yang sangat nyaman? Mungkinkah itu dilakukan? Hal ini sepertinya yang digunakan oleh orang-orang yang punya PASSION meraih yang mereka inginkan.

FAKTOR kepepet menjadi motivasi dan memang sengaja diciptakan untuk menggugah gairah mendapatkan apa yang mereka harapkan.

Sering terdengar dengan istilah SENSE of CRISIS adalah istilah yang biasa kita dengar didalam usaha-usaha untuk mencapai suatu sasaran. Kata-kata itu biasa didengar dari pemimpin-pemimpin perusahaan atau orang-orang yang punya cita-cita di luar kebiasan orang pada umumnya.

Sense of Crisis atau menciptakan krisis atau menciptakan keterpepetan supaya dalam melakukan kegiatannya punya semangat kayak kerbau atau gajah yang dengat sekuat tenaga menerjang yang menghalanginya.

Pernah suatu saat saya ketemu seseorang yang memanfaatkan kekuatan 'keterpepetan ini', katanya 'dalam melakukan segala sesuatu saya senantiasa memposisikan pada kondisi yang sangat kritis, seolah saya berdiri di pinggir tebing, dan saya harus sangat berhati-hati dan tetap tenang pada kondisi bahaya tetapi tetap memakai akal supaya terhindar dari jatuh' atau istilah keren sekarang 'HIGH RISK HIGH VALUE'.

Pada orang-orang yang berani mengambil resiko yang sangat tinggi, orang-orang seperti inipun acapkali mendapatkan nilai yang tak terhingga pula.

Selengkapnya!

Senin, 24 Agustus 2009

Biarlah Batu Yang berkata-kata

pulau LASKAR anak PELANGI



Pulau Belitung nan indah
dengan lautnya yang jernih
dengan batu-batu besar sebagai penghias lautnya
kekayaan alam Indonesia yang luar biasa

Selengkapnya!

Selasa, 18 Agustus 2009

Nasionalisme ?

Apa itu nasionalisme?
Seberapa besar rasa nasionalisme-mu?
Bagaimana cara mengukur nasionalisme?
Apa yang menjadi tolok ukur untuk menentukan besaran nasionalisme?

Apakah nasionalisme milik orang yang dulu ikut perang saja?
Apakah nasionalme hanya menjadi hak-nya orang yang telah menentukan kemerdekaan saja?

Apakah di jaman yang sudah terbebas dari penjajahan dan angkat senjata masih perlu nasionalisme?

Bagaimana cara menemukan nasionalisme di jaman seperti sekarang ini?
Bagaimana cara menumbuhkan rasa nasionalime untuk generasi penerus?
Apa yang terjadi jika masa transisi peralihan antara orang yang angkat senjata dan orang-orang pasca kemerdekaan ini sudah mulai pudar rasa nasionalimenya?

Apakah masih memungkinkan orang akan tetap merasa memiliki nasionalisme?
Apakah ada waktunya nanti apa yang di bilang nasionalisme itu ngga perlu lagi?

Apakah nasionalisme itu berarti membela bangsa?
Apa bentuk pembelaan terhadap bangsa ini?
Kenapa bangsa ini perlu di bela?

Banyak orang sudah merasa bahwa apa yang diperoleh karena jerih payah sendiri, bukan karena usaha bangsa ini?

Apakah bangsa ini yang menjadikannya merdeka masih perlu di bela?
Apakah yang bisa di lakukan untuk membela bangsa ini?

Apakah mengisi kemerdekaan dengan meningkatkan kemajuan bangsa juga salah satu bentuk nasionalisme?

Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 64, semoga di usainya yang terus bertambah negeri ini menjadi tempat yang nyaman, aman, tentram titi raharjo ugi gemah ripah loh jinawi(begitu wong jowo bilang).

Selengkapnya!